Rusia Penjarakan warganya Jika Tidak Menjalakan Isolasi

Rusia Penjarakan warganya Jika Tidak Menjalakan Isolasi

Rusia Penjarakan warganya Jika Tidak Menjalakan Isolasi – Sekarang ini wajah virus Corona atau COVID -19 sudah menyebar keseluruh dunia,

dan salah satu negara yang sekarang ini lagi memberikan peraturan yang ketat adalah negara rusia.

Karena virus yang menakutkan ini sudah sampai kenegara rusia,

sehingga permerintah kota moskow memberikan perintah atau memberikan ancaman bagi warganya yang tidak menjalankan isolasi dirumahnya masing – masing.

Yang dimana mereka menjalakan atau mengunjungi negara – negara yang terjangkit virus corona, Seperti china, korea, singapore, iran, prancis dan negara – negara yang lainnya.

Dan jika ada yang mengabaikan tentang informasi isolasi yang diberikan oleh pemerintah rusia, maka hukuman yang akan didapat adalah sebuah penjara selama lima tahun.

Rusia Penjarakan warganya Jika Tidak Menjalakan Isolasi

Dan bagi warga yang sedang menjalankan isolasi mereka bisa berjalan – jalan santai dengan binatang peliharaan mereka,

di waktu jalan – jalan yang lagi sepih atau renggang dan harus menggunakan masker.

Dan pemerintah akan selalu melakukan pengecekan melalui kamera cctv yang ada di setiap sudut jalan,

pada hari kamis tanggal 5 maret kota moskow sudah mengumumkan status kewaspadaan tinggi untuk bisa mencegah adanya virus COVID – 19 di kotanya.

Karena dengan langkah ini bisa berguna untuk mencegah menyebarnya virus corona ini,

yang bisa membahayakan penduduk warga yang ada di kota moskow atau dinegara rusia.

Rusia dan china berkolaborasi ciptakan vaksin corona

Para hali china dan rusia sudah melaporkan tentang kemajuan vaksin untuk virus corona, yang sekarang ini terus menjadi ancaman untuk dunia.

Otoritas Kesehatan China pada 24 Februari 2020 melaporkan 77.658 kasus terjadinya terinfeksi,

yang sebagian besar berada di Provinsi Hubei, yang merupakan pusat penyebaran penyakit tersebut.

Angka kematian akibat Virus Corona COVID-19 meningkat menjadi tujuh orang di Italia,

juga terjadi infeksi pertama di beberapa negara di Timur Tengah.

Zhang Hanhui, Duta Besar China untuk Rusia, mengatakan Moskow mengirim tim ahli ke China pada awal bulan ini untuk bekerja sama dengan rekan-rekan mereka di Tiongkok mengembangkan obat-obatan untuk virus tersebut.

vakmos